Numpahin Uneg-Uneg

Posted: July 12, 2011 in Sok Bijak
Tags: , , , ,

seru banget tadi pagi, bangun pagi trus langsung berbatik ria wahahahaha..

berbatik ria bukan tanpa sebab, tapi berhubung ada adiknya temen yang nikah plus dimintain tolong jadi tukang poto keliling ya dengan mata berat & rasa kantuk yang berusaha ditahan-tahan akhirnya saya jalan menuju TKP..

sesampainya di TKP kok jadi seperti flashback ya?

saya sepertinya bisa merasakan apa yang sedang dirasakan oleh calon pengantin pria. rasa itu sepertinya balik lagi! rasa senang, gugup, gelisah, ngga sabaran, tegang plus deg-degan bergabung menjadi satu.

sepertinya dunia bakalan kiamat dan semua mata memandang kepada saya waktu itu. sebuah perasaan yang tidak akan dapat saya lupakan sampai kapanpun..😀

skip..skip..

sampai juga akhirnya di tempat dilaksanakannya akad nikah, semua berjalan seperti biasa, sama seperti akad nikah di tempat lain. ada pembacaan ayat suci Al Qur’an, siraman rohani, pembacaan surah pernikahan & prosesi akad nikah itu sendiri.

ada sesuatu yang agak membuat saya penasaran ketika seorang pemuka agama memberikan siraman rohani bagi kedua mempelai. beliau sempat memberikan beberapa tips dalam menjalankan biduk pernikahan (ciee.. biduk.. bahasanya.. wahahahahaha..). karena saya tidak begitu memperhatikan tausiah (siraman rohani) beliau saya jadi penasaran dan meng-googling-nya tentang hak & kewajiban istri (dalam islam).

eng, ing, eng… saya dapatkan jug itu artikel, ngga jauh-jauh, ternyata di web mas hendro , sang pendiri Bali Orange Communication , salah satu mentor saya  (hehehehe… suwer mas hen :D) dalam artikelnya “Hak dan Kewajiban Suami Isteri dalam Islam

Sebagai bahan referensi dan renungan bahkan tindakan, berikut, garis besar hak dan kewajiban suami isteri dalam Islam yang di nukil dari buku “Petunjuk Sunnah dan Adab Sehari-hari Lengkap” karangan H.A. Abdurrahman Ahmad.

Hak Bersama Suami Istri
– Suami istri, hendaknya saling menumbuhkan suasana mawaddah dan rahmah. (Ar-Rum: 21)
– Hendaknya saling mempercayai dan memahami sifat masing-masing pasangannya. (An-Nisa’: 19 – Al-Hujuraat: 10)
– Hendaknya menghiasi dengan pergaulan yang harmonis. (An-Nisa’: 19)
– Hendaknya saling menasehati dalam kebaikan. (Muttafaqun Alaih)

Adab Suami Kepada Istri .
– Suami hendaknya menyadari bahwa istri adalah suatu ujian dalam menjalankan agama. (At-aubah: 24)
– Seorang istri bisa menjadi musuh bagi suami dalam mentaati Allah clan Rasul-Nya. (At-Taghabun: 14)
– Hendaknya senantiasa berdo’a kepada Allah meminta istri yang sholehah. (AI-Furqan: 74)
– Diantara kewajiban suami terhadap istri, ialah: Membayar mahar, Memberi nafkah (makan, pakaian, tempat tinggal), Menggaulinya dengan baik, Berlaku adil jika beristri lebih dari satu. (AI-Ghazali)
– Jika istri berbuat ‘Nusyuz’, maka dianjurkan melakukan tindakan berikut ini secara berurutan: (a) Memberi nasehat, (b) Pisah kamar, (c) Memukul dengan pukulan yang tidak menyakitkan. (An-Nisa’: 34) … ‘Nusyuz’ adalah: Kedurhakaan istri kepada suami dalam hal ketaatan kepada Allah.
– Orang mukmin yang paling sempurna imannya ialah, yang paling baik akhlaknya dan paling ramah terhadap istrinya/keluarganya. (Tirmudzi)
– Suami tidak boleh kikir dalam menafkahkan hartanya untuk istri dan anaknya.(Ath-Thalaq: 7)
– Suami dilarang berlaku kasar terhadap istrinya. (Tirmidzi)
– Hendaklah jangan selalu mentaati istri dalam kehidupan rumah tangga. Sebaiknya terkadang menyelisihi mereka. Dalam menyelisihi mereka, ada keberkahan. (Baihaqi, Umar bin Khattab ra., Hasan Bashri)
– Suami hendaknya bersabar dalam menghadapi sikap buruk istrinya. (Abu Ya’la)
– Suami wajib menggauli istrinya dengan cara yang baik. Dengan penuh kasih sayang, tanpa kasar dan zhalim. (An-Nisa’: 19)
– Suami wajib memberi makan istrinya apa yang ia makan, memberinya pakaian, tidak memukul wajahnya, tidak menghinanya, dan tidak berpisah ranjang kecuali dalam rumah sendiri. (Abu Dawud).
– Suami wajib selalu memberikan pengertian, bimbingan agama kepada istrinya, dan menyuruhnya untuk selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya. (AI-Ahzab: 34, At-Tahrim : 6, Muttafaqun Alaih)
– Suami wajib mengajarkan istrinya ilmu-ilmu yang berkaitan dengan wanita (hukum-hukum haidh, istihadhah, dll.). (AI-Ghazali)
– Suami wajib berlaku adil dan bijaksana terhadap istri. (An-Nisa’: 3)
– Suami tidak boleh membuka aib istri kepada siapapun. (Nasa’i)
– Apabila istri tidak mentaati suami (durhaka kepada suami), maka suami wajib mendidiknya dan membawanya kepada ketaatan, walaupun secara paksa. (AIGhazali)
– Jika suami hendak meninggal dunia, maka dianjurkan berwasiat terlebih dahulu kepada istrinya. (AI-Baqarah: ?40)

Adab Isteri Kepada Suami
– Hendaknya istri menyadari clan menerima dengan ikhlas bahwa kaum laki-Iaki adalah pemimpin kaum wanita. (An-Nisa’: 34)
– Hendaknya istri menyadari bahwa hak (kedudukan) suami setingkat lebih tinggi daripada istri. (Al-Baqarah: 228)
– Istri wajib mentaati suaminya selama bukan kemaksiatan. (An-Nisa’: 39)
– Diantara kewajiban istri terhadap suaminya, ialah:
a. Menyerahkan dirinya,
b. Mentaati suami,
c. Tidak keluar rumah, kecuali dengan ijinnya,
d. Tinggal di tempat kediaman yang disediakan suami
e. Menggauli suami dengan baik. (Al-Ghazali)
– Istri hendaknya selalu memenuhi hajat biologis suaminya, walaupun sedang dalam kesibukan. (Nasa’ i, Muttafaqun Alaih)
– Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur untuk menggaulinya, lalu sang istri menolaknya, maka penduduk langit akan melaknatnya sehingga suami meridhainya. (Muslim)
– Istri hendaknya mendahulukan hak suami atas orang tuanya. Allah swt. mengampuni dosa-dosa seorang Istri yang mendahulukan hak suaminya daripada hak orang tuanya. (Tirmidzi)
– Yang sangat penting bagi istri adalah ridha suami. Istri yang meninggal dunia dalam keridhaan suaminya akan masuk surga. (Ibnu Majah, TIrmidzi)
– Kepentingan istri mentaati suaminya, telah disabdakan oleh Nabi  saw.: “Seandainya dibolehkan sujud sesama manusia, maka aku akan perintahkan istri bersujud kepada suaminya. .. (Timidzi)
– Istri wajib menjaga harta suaminya dengan sebaik-baiknya. (Thabrani)
– Istri hendaknya senantiasa membuat dirinya selalu menarik di hadapan suami(Thabrani)
Istri wajib menjaga kehormatan suaminya baik di hadapannya atau di belakangnya (saat suami tidak di rumah). (An-Nisa’: 34)
– Ada empat cobaan berat dalam pernikahan, yaitu: (1) Banyak anak (2) Sedikit harta (3) Tetangga yang buruk (4) lstri yang berkhianat. (Hasan Al-Bashri)
– Wanita Mukmin hanya dibolehkan berkabung atas kematian suaminya selama empat bulan sepuluh hari. (Muttafaqun Alaih)
– Wanita dan laki-laki mukmin, wajib menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluannya. (An-Nur: 30-31)

Isteri Sholehah
– Apabila’ seorang istri, menjaga shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramddhan, memelihara kemaluannya, dan mentaati suaminya, niscaya Allah swt. akan memasukkannya ke dalam surga. (Ibnu Hibban)
– Istri sholehah itu lebih sering berada di dalam rumahnya, dan sangat jarang ke luar rumah. (Al-Ahzab : 33)
– Istri sebaiknya melaksanakan shalat lima waktu di dalam rumahnya. Sehingga terjaga dari fitnah. Shalatnya seorang wanita di rumahnya lebih utama daripada shalat di masjid, dan shalatnya wanita di kamarnya lebih utama daripada shalat di dalam rumahnya. (lbnu Hibban)
– Hendaknya menjadikan istri-istri Rasulullah saw. sebagai tauladan utama.

M. Luthfi Thomafi dalam milis mencintai-islam.

40 keistimewaan wanita menurut Islam, menunjukkan betapa Islam begitu menghormati dan menghargai para wanita yang sholehah.

ada salah satu point yang saya rasa dapat menimbulkan sedikit dilema dengan keadaan sekarang ini yang ada dimasyarakat

– Istri sholehah itu lebih sering berada di dalam rumahnya, dan sangat jarang ke luar rumah. (Al-Ahzab : 33)

lalu bagaimana dengan figur seorang wanita karier? atau seorang wanita yang harus ikut bekerja diluar rumah demi membantu perekonomian keluarganya?

– Istri sebaiknya melaksanakan shalat lima waktu di dalam rumahnya. Sehingga terjaga dari fitnah. Shalatnya seorang wanita di rumahnya lebih utama daripada shalat di masjid, dan shalatnya wanita di kamarnya lebih utama daripada shalat di dalam rumahnya. (lbnu Hibban)

nah.. ini yang bikin saya agak bingung juga, dikarenakan masih banyak wanita yang berfikir bahwasanya shalat di masjid lebih mulia & pahalanya lebih banyak daripada yang shalat di rumah.

widih.. kok tumben berat banget tulisan saya ya?? sekedar numpahin uneg-uneg saja, siapa tau teman-teman ada yang dapat memberikan sedikit ilmu pengetahuannya kepada saya.. ( maklum, masih nubitol dalam urusan agama😀 )

Comments
  1. Abu Azzam says:

    Tulisannya mantap gan!!
    Btw klo ane emang dah mencoba biar istri ga kerja gan. Masalah per ekonomian ya sedikit banyak dipasrahkan ke Alloh aja. Sekarang sih masalah uang sudah cukup dengan ane bekerja, tanpa dibantu Istri. Bagi ane kenapa koq sepertinya wanita ga terlalu boleh keluar-keluar karena demi menjaga martabatnya. Secara tidak langsung akhirnya kan tidak ter expose dari dunia luar yang penuh dengan tipe manusia. Nah klo dibilang ntar kuper donk, ya tinggal cara pikirnya aja. Kuper terhadap hal2 hedonis ga masalah kan hehehe.

    • dimasdermawan says:

      kalo ane takutnya nanti banyak wanita yang bekerja diluar rumah merasa tidak menjadi seorang wanita yang soleha karena dalil tersebut. cmiiw..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s